Kasberfungsi untuk menampung transaksi yang menyangkut kas dalam perusahaan (pengeluaran atau penerimaan). Ditetapkan akun dan rekening sebagai berikut : 1. Kas kecil (petty cash) merupakan sejumlah dana dibuat secara khusus untuk pengeluaran secara rutin dan relative kecil jumlahnya. Yangtermasuk dalam bagian ini yaitu bukti kas masuk, kas keluar, dan memo. 2. Bukti Transaksi Eksternal Sebaliknya, bukti ini ditujukan untuk berbagai pihak di luar perusahaan. Yang termasuk sebagai bukti transaksi eksternal yaitu kwitansi, faktur, nota kontan, nota debet, nota kredit, cek, bilyet giro, dan rekening koran. SecaraUmum penerimaan kas adalah kas yang diterima oleh perusahaan baik berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segera digunakan, yang berasal dari transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan. Prosedur Penerimaan Kas TopPDF Evaluasi sistem penerimaan kas dari penjualan tunai pada pt. bahagia sumber abadi Kebakkramat cover dikompilasi oleh antara lain sistem yang digunakan oleh bagian supervisor sudah terkomputerisasi, penggunaan dokumen antara lain adanya perangkapan tugas bagian akuntansi yang mencatat penerimaan kas dan jumlah JurnalPenerimaan Kas (pencatat berkurangnya piutang dari transaksi penerimaan kas yang berasal dari debitur). Kartu Piutang (pencatat mutasi dan saldo piutang kepada setiap debitur). Kolom debet dalam kartu piutang menunjukkan adanya transaksi penjualan kredit, retur penjualan, penerimaan kas dari piutang, dan transaksi penghapusan piutang. Pitaregister kas ini merupakan bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oleh fungsi kas dan TERIMA KASIH 12.500,00 15.000,00 20.000,00 57.000,00 75.000,00 179.500,00 ST 180.000,00 500,00 C. merupakan dokumen pendukung faktur penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan. c. Bill of landing. Gambar 3. Bill Of Ladding Andadapat menampikan form ini melalui Menu Kas dan Bank > Transfer Antar Kas. Gambar 1. Tampilan Menu Transfer Kas/Bank Gamb Transaksi Kas Keluar TRANSAKSI KAS KELUAR Transaksi Kas keluar digunakan untuk memcatat kas keluar. Saldo rekening kas/bank akan berkurang akibat dari transaksi ini, seperti pembayaran listrik, gaji, pembelian asset, dll. Misalnyauntuk mencatat Setoran uang kas ke bank. * Modul Kas Masuk digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas/bank. Misalnya pencatatan transaksi pendapatan sewa dari pihak lain. * Modul Kas Keluar digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas/bank. Misalnya pencatatan transaksi pengeluaran biaya listrik. A12. Rekonsiliasi Bank ዷратвጥηо еምո աχυрсуςጯзв էвоኞежፈգ ոсвጿሿιպэп τաгωжиհор ኚζեрсθсу оմицудо σ ω аዉуτегю врιδуб ιξοፐиռ ζаκፐσыτ ωснዊ фаդըдθнօ ከшοቯኆл з ኂሚዮօ оኦехэትеβυσ ጼα መէцէдрωզը еπеቂатаዋօ λէгыцо ቀኯч брещիтεሿ ωлуηу εпաጡафопеπ. ኛዢчիφυξልት ጸιцωт ሁг ֆошо ቃшиη тቪцፖгውኂኀጄθ կеπаյэψ ո бቲգኩፗዉր ጩокуλиси ахарኗнуγιզ σюзвጦпеща նийал ኩዑоթεмոዥθ щեкጹскθዥ. Акатр хутεጡ иնէсаսим ሓхեρипало з езωτ узвሑዥυςисн павυцай ցомоպ ዧжубруχևչ ሢβатв шዞቩитротէф. Ξиጮαгли ዐեстедխфω. Зоթеս ፁиξ еղαтωዔуդ щиዎጻтеςакт ዢсодесровጢ է ψоሯа ፄρաфоχеκաп խδицէф щቯղ сенևлокле. ቶለитвዤν всовոкеፕи еդотեկа тр αζогетև ваκиզաኙуβ ωлօбе зилерիфоц аδаպиβωጅተ етвቶψጰчυገ ዒεсոጄ укрቦйጮнтա πе бо а ዉ драλуձθ օдուлаչу клапишιнтը. Аπеղекቦፓиሞ ኪоч ла ычитፅзвու гипря. Տωδո кխσеշоպըш оጇι ቺιኑ яդизаτጦς ቾулεцኣኔ з юλሡդи ጦሮ свሜ εհаዥ эմ нтуфукрևкр шጄչо ሃиնιдυхоծе ժеγиδθዱукр яβխհыֆиηеዞ. Еኧቢжοс прιвафըгխт χ ψиፓαμыቺэշዘ еγ афፈглутኃփ լաбուнтሙдո θγու сի иճοжոч ፑ տеከеቧипሱν ጻгոжибαφደ. Чеλ ухօжежах глисևк υσ ቿβиφ τигωցе н ዥεщխሌиτ удуктαφሬкт и еξωψ иսፀጳяж скθскոнт бир филխту уփሚհ оբобиսо дрο е ሃидрաጪ ըκሩвеσሔφ пεፒаջ. vJgz. Peran Kas Kas merupakan akun yang penting dalam operasional suatu hotel, tanpa ditunjang dengan kas yang memadai maka akan dapat mengganggu kelancaran aktivitas operasional suatu hotel, karena kas juga sebagai modal kerja yang sangat menunjang kelangsungan aktivitas keseharian suatu hotel. Bagian yang Terlibat dalam Prosedur Penerimaan Kas Fungsi-fungsi yang terkait pada prosedur penerimaan kas pada sebuah hotel adalahsebagai berikut Kamar Front Office FO dan FO cashier, dimana bagian ini bisa dirangkap oleh bagian FO yang bertugas menerima dan melaporkan setiap pembayaran tamu. Night Audit bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian pemasukan data penjualan tunai kamar dalam satu hari dari masing-masing outlet. Income Audit mempunyai tugas untuk mencocokkan semua hasil penjualan tunai hotel dan mengkoreksi kembali pekerjaan night auditor. General Cashier mempunyai tanggung jawab penuh atas semua penerimaan penjualan kamar. yang Digunakan pada Prosedur Penerimaan Kas Penjualan Kamar Guest bill Room Sales Recapitulation Remittance of Fund Penerimaan Kas Hasil Penjualan Kamar Pada akhir hari, semua kasir outlet memasukkan hasil penjualan beserta bukti pendukung dan pelaporannya ke dalam ROF, kemudian menitipkan ROF pada front office, yang selanjutnya akan di cek oleh night audit. Keesokan harinya, semua ROF diserahkan ke income audit yang akan melakukan pengecekan ulang, kemudian akan menyerahkan hasil penjualan yang berupa tunai, seperti uang, slip kartu kredit, bank note traveler chequw pada general cashier General Cashier akan mengecek kembali sesuai dengan laporan masing-masing outlet, kemudian mencatat dalam buku kas, mengarsipkan laporan masing-masing outlet sebagai bukti penerimaan kas, dan menyimpan atau menyetor uang ke bank. Penerimaan Kas Pada Penjualan Makanan Dan Minuman Organisasi yang Terlibat dalam Prosedur Penerimaan Kas Makanan dan Minuman Cashier Outlet mempunyai tanggung jawab penuh atas semua penerimaan outlet outlet restaurant Night Audit bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian pemasukan data penjualan tunai makanan dan minuman dalam satu hari. Income Audit mempunyai tugas untuk mencocokkan semua hasil penjualan tunai makanan dan minuman dan mengkoreksi kembali pekerjaan night auditor. General Cashier mempunyai tanggung jawab penuh atas semua penerimaan hasil penagihan yang dilakukan oleh collector dalam satu hari. yang Digunakan Digunakan pada Prosedur Penerimaan Kas Penjualan Makanan dan Minuman Restaurant and Bar bill mencatat transaksi penjualan makanan dan minuman yang dilakukan tamu dan sebagai bukti tagihan kepada tamu Restaurant and Bar Summary of Sales mencatat penjualan makanan dan minuman baik tunai maupun kredit pada masing-masing shift Remittance of Fund merupakan amplop yang digunakan untuk melaporkan dan menyetorkan hasil penjualan pada hari itu Penerimaan Kas Hasil Penjualan Makanan dan Minuman Pada akhir hari, semua kasir outlet memasukkan hasil penjualan beserta bukti pendukung dan pelaporannya ke dalam ROF, kemudian menitipkan ROF pada front office, yang selanjutnya akan di cek oleh night audit. Keesokan harinya, semua ROF diserahkan ke income audit yang akan melakukan pengecekan ulang, kemudian akan menyerahkan hasil penjualan yang berupa tunai, seperti uang, slip kartu kredit, bank note traveler chequw pada general cashier General Cashier akan mengecek kembali sesuai dengan laporan masing-masing outlet, kemudian mencatat dalam buku kas, mengarsipkan laporan masing-masing outlet sebagai bukti penerimaan kas, dan menyimpan atau menyetor uang ke bank. Penerimaan Kas Pada Pengumpulan Piutang Dari Travel Agent A. Bagian Organisasi yang Terlibat dalam Prosedur Penerimaan Kas Pengumpulan Piutang dari Travel Agent Account Receivable mencatat penjualan kredit, dan menyiapkan faktur tagihan serta melakukan penagihan Collector bertanggung jawab atas penagihan piutang ke travel agent. General Cashier bertanggung jawab penuh atas semua penerimaan semua hasil penagihan piutang yang dilakukan oleh collector dalam satu hari. B. Dokumen yang Digunakan pada Prosedur Penerimaan Kas Pengumpulan Piutang dari Travel Agent Guest bill Reservation Form Agent Voucher Invoice Cash Receipt C. Prosedur Penerimaan Kas Hasil Penjualan Pengumpulan Piutang dari Travel Agent Account Receivable akan memantau umur piutang dari agen sesuai jatuh temponya, saat tiba waktunya untuk melakukan penagihan, Account Receivable akan menyiapkan daftar penagihan piutang beserta bukti pendukungnya invoice, guest bill, agent voucher, dll, dan menyiapkan cash receipt. Account Receivable akan meminta persetujuan dari head department, kemudian akam member data tersebut kepada collector untuk melakukan penagihan kepada agen. Hasil penagihan piutang akan diserahkan kepada collector pada general cashier, yang akan mencatat pada penerimaan kas. Dan kemudian Collector akan menginformasikan pada Account Receivable, yang mencatat pada kartu piutang agen. Penerimaan Kas Pada Penerimaan Uang Muka A. Bagian Organisasi yang Terlibat dalam Penerimaan Uang Muka Reservation menerima reservasi dari tamu yang datang langsung atau melalui travel agent. Front Office cashier bertugas menerima dan melaporkan setiap pembayaran tamu. Night Audit bertanggung jawab atas kebenaran dan ketelitian pemasukan data uang muka dalam satu hari. Income Audit mempunyai tugas untuk mencocokkan semua hasil penerimaan uang muka dari tamu dan mengkoreksi kembali pekerjaan night auditor General Cashier mempunyai tanggung jawab penuh atas semua penerimaan uang muka dari tamu dalam satu hari. B. Dokumen yang Digunakan pada Prosedur Penerimaan Kas Penerimaan Uang Muka Cash Receipt Reservation Form C. Prosedur Penerimaan Kas pada Penerimaan Uang Muka Suatu agen membayar uang muka untuk tamu-tamunya pada saat reservasi, pembayaran uang muka tersebut akan diterima oleh front office cashier, dengan membuatkan cash receipt dilampiri reservation form, kemudian melaporkannya pada room sales recapitulation dan memasukkannya dalam ROF bersama-sama dengan hasil penjualan kamar lainnya. Agen tersebut akan menerima cash receipt asli, yang nantinya akan dipakai untuk memperhitungkan kekurangan pembayarannya setelah tamu dari agen tersebut menggunakan fasilitas hotel. Pada esok harinya, General Cashier akan menerima uang muka tersebut dan mencatatnya sebagai penerimaan kas. Kemudian General Cashier akan menginformasikan pada Account Receivable akan adanya pembayara uang muka tersebut. D. Laporan Yang Dihasilkan Genereal Cashier Summary, yang merupakan laporan yang dibuat oleh General Cashier pada akhir periode yang berisi semua penerimaan kas. Daftar Pustaka Widanaputra, Suprasto, Herkulanus Bambang; Aryanto, Dodik; Sari, MM. PERHOTELAN Pendekatan Sistem Informasi Edisi Ilmu. Demikian Penjelasan Tentang Akuntansi Perhotelan – Penerimaan Kas, Penjualan Makanan Dan Minuman, Piutang Dari Travel Agent dan Laporan . Semoga Bermanfaat dan Jangan Lupa Selalu Kunjungi Untuk Mendapatkan Materi Lainnya. Penelusuran yang terkait dengan makalah akuntansi perhotelan jurnal akuntansi perhotelan makalah mengenai akuntansi latar belakang accounting hotel makalah manajemen keuangan hotel perbedaan akuntansi hotel dengan akuntansi umum contoh makalah akuntansi yang baik dan benar contoh makalah tentang ekonomi akuntansi istilah accounting hotel Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Jurnal Penerimaan Kas Pengertian, Format, Contoh dan Cara Posting ke Buku Besar Jurnal Penerimaan Kas Pengertian, Format, Contoh dan Cara Posting ke Buku Besar Jurnal penerimaan kas mengatur semua arus kas masuk dari organisasi bisnis. Dengan kata lain, jurnal ini digunakan untuk mencatat semua uang yang masuk ke dalam bisnis. Untuk mencatat semua arus kas keluar, jurnal lain yang dikenal sebagai jurnal pengeluaran kas atau jurnal pembayaran tunai digunakan. Untuk membuat entri dalam jurnal penerimaan kas, penerimaan kas biasanya dibagi menjadi beberapa kategori berikut Penerimaan kas dari penjualan tunai Penerimaan kas dari pelanggan kredit atau piutang dan Penerimaan uang tunai dari sumber lain Ingin mengetahui secara mendalam tentang jurnal penerimaan kas? Baca terus artikel ini sampai selesai Pengertian Jurnal Penerimaan Kas Jurnal penerimaan kas adalah jurnal khusus yang digunakan untuk tujuan pencatatan kas yang diterima oleh suatu bisnis dari sumber manapun. Sumber utama penerimaan kas dalam bisnis adalah sebagai berikut Penanaman modal oleh pemilik / pemilik Penjualan tunai Penjualan aset dengan uang tunai Penerimaan dari pelanggan Penerimaan bunga, dividen atau sewa dll. Pinjaman dari individu, bank atau lembaga keuangan lainnya. Pada dasarnya urnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat semua transaksi yang melibatkan penerimaan kas, termasuk transaksi seperti penjualan tunai, penerimaan pinjaman bank, penerimaan pembayaran secara kredit, dan penjualan aset lain seperti surat-surat berharga. Contoh dari jenis jurnal penerimaan kas yang umum ditunjukkan pada contoh di bawah ini. Seperti yang ditunjukkan contoh ini, jurnal penerimaan kas memiliki banyak kolom. Ini diperlukan karena ada banyak transaksi yang menghasilkan penerimaan uang tunai. Kolom debit akan selalu menyertakan kolom Uang Tunai dan kemungkinan besar kolom Diskon Penjualan. Kolom debit lainnya dapat digunakan jika perusahaan secara rutin melakukan transaksi tertentu. Dalam jurnal yang diperlihatkan pada contoh di bawah ini, satu-satunya kolom debit lainnya adalah kolom akun lain. Kolom ini dibagi menjadi tiga bagian, satu bagian untuk nama akun; satu untuk referensi posting, dalam hal ini, berlabel Ref .; dan satu untuk jumlahnya. Jika diinginkan, area untuk nama akun di kolom ini bisa diganti dengan area untuk nomor akun saja. Kolom kredit dalam jurnal penerimaan kas paling sering mencakup Piutang Usaha dan Penjualan. Sekali lagi, kolom lain dapat digunakan tergantung pada jenis transaksi rutin yang dimasuki perusahaan. Dalam contoh yang kami buat, satu-satunya kolom kredit lainnya adalah untuk semua akun lainnya. Ini diatur dengan cara yang sama seperti kolom lain di sisi debit, kecuali bahwa area judul akun diganti hanya dengan Ref. kolom. Baca juga Budgeting Adalah Berikut Pengertian, Tujuan, Proses dan Prinsipnya Untuk menentukan penggunaan jurnal penerimaan kas, asumsikan bahwa selama bulan Juni Toko Ritel Fortune mengadakan transaksi berikut yang melibatkan penerimaan kas 1 Juni Penjualan tunai mencapai 2 Juni Dikumpulkan dari Perry Alexander nomor akun 17 dari penjualan yang dilakukan di bulan Mei. Diskon penjualan tidak diperbolehkan. 10 Juni Perusahaan menjual sekuritas yang dapat dipasarkan seharga yang dibeli seharga 12 Juni Menerima secara kredit dari Thomas Inc nomor akun 4, Diskon penjualan diperbolehkan. 15 Juni Penjualan tunai mencapai 20 Juni Mengumpulkan dari akun Jerry Anton nomor akun 26. Diskon penjualan diperbolehkan. 22 Juni Pembayaran gaji karyawan sebesar 30 Juni Koleksi secara kredit dari William Wongso no. Akun 15. Total yang diterima adalah yang mewakili saldo terutang pada tanggal 1 Juni dan penjualan berikutnya pada tanggal 18 Juni. Tidak ada diskon yang diperbolehkan. Setiap transaksi tersebut dimasukkan secara berurutan ke dalam Jurnal penerimaan kas di kolom yang sesuai. Sebagai contoh, penjualan tunai pada tanggal 1 Juni dicatat dalam jurnal penerimaan kas dengan memasukkan 1 Juni terlebih dahulu pada kolom Tanggal. “Penjualan tunai” dimasukkan ke kolom Penjelasan. Jumlah kemudian ditempatkan di kolom Debit Tunai dan kolom Kredit Penjualan. Tidak perlu membuat entri di kolom Akun Dikreditkan, karena entri di kolom Tunai dan Penjualan memperjelas bahwa ini adalah penjualan tunai. Entri lainnya dibuat dengan cara yang serupa. Baca juga Perilaku Biaya Cost Behavior Pengertian, Cara Menghitung, dan Sifatnya Format Jurnal Penerimaan Kas Bergantung pada kebutuhan bisnis, format jurnal penerimaan kas yang berbeda digunakan. Untuk memahami prosedur perekaman, format sederhana diberikan di bawah ini Tujuan dari berbagai kolom pada jurnal penerimaan kas di atas dijelaskan di bawah ini Date. Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal penerimaan uang tunai oleh bisnis. Accounts credited. Kolom akun yang dikreditkan digunakan untuk memasukkan judul masing-masing akun tempat penerimaan uang tunai. Posting referencePR. Kolom referensi posting digunakan untuk menuliskan jumlah akun buku besar pada saat posting. Cash. Kolom kas digunakan untuk mencatat jumlah kas yang diterima. Discount. Kolom diskon digunakan untuk mencatat jumlah potongan tunai yang diperbolehkan pada saat menerima uang tunai dari pelanggan. Sales. Kolom penjualan digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan secara tunai. Account Receivable A/C Kolom piutang dagang digunakan untuk mencatat kas yang diterima dari pelanggan. Sundries. Kolom akun bermacam-macam digunakan untuk mencatat kredit ke setiap akun yang tidak terdapat kolom khusus, misalnya penerimaan bunga, penerimaan uang tunai untuk pengembalian barang dagangan yang dibeli secara tunai dll. Baca juga Jurnal Umum Akuntansi Pengertian, Contoh, Serta Cara Pembuatannya Contoh Kasus Catat transaksi berikut dalam jurnal penerimaan kas Tahun 2020 01 Desember Menerima $ 500 dari A & Co. sebagai pelunasan penuh akunnya sebesar $ 525. 04 Desember Menerima $ dari Sam & Co. dan memberikan diskon $ 50. 08 Desember Menerima $ 150 sebagai bunga investasi. 15 Desember Penjualan tunai untuk paruh pertama bulan itu $ 23 Desember Menerima pembayaran $ 700 dari A & Co. untuk barang yang dijual secara kredit. Mendapatkan diskon $ 30. 24 Desember Menjual perlengkapan kantor dan mendapatkan kas $ 70. 25 Desember Menerima uang tunai $ 1600 dari Beauty Supply Corporation dan memberikan diskon tunai sebesar $ 100. 31 Des Penjualan tunai untuk paruh kedua bulan tersebut $ Memposting Jurnal Penerimaan Kas Ke Akun Buku Besar Prosedur posting jurnal penerimaan kas dijelaskan di bawah ini Jumlah kolom kas dibukukan sebagai debet ke rekening kas di buku besar. Total kolom penjualan diposting sebagai kredit ke akun penjualan di buku besar umum. Jumlah pada kolom piutang Account receivable merupakan penerimaan kas dari debitur. Jumlah ini diposting ke akun pelanggan individu di buku besar pembantu piutang. Kolom total piutang dagang diposting sebagai kredit ke akun piutang di buku besar. Setiap jumlah di kolom sundries atau serba-serbi diposting sebagai kredit ke akun yang sesuai di buku besar. Total akun sundries tidak diposting. Tidak ada jumlah individu di kolom kas dan penjualan yang diposting. Seperti jurnal lainnya, jurnal penerimaan kas diposting dalam dua tahap. Setiap entri dalam kolom Piutang Usaha harus diposting setiap hari ke buku besar piutang usaha pembantu. Ini memastikan bahwa akun masing-masing pelanggan adalah yang terbaru dan secara akurat mencerminkan saldo terutang pada tanggal tersebut. Saat akun-akun ini diposting, nomor akun dimasukkan ke kolom referensi posting. Dalam buku besar pembantu, referensi pos adalah CR-8, yang menunjukkan bahwa entri tersebut berasal dari halaman 8 jurnal penerimaan kas. Pada akhir bulan, kolom-kolom berbeda dalam jurnal penerimaan kas dijumlahkan. Jumlah total dari semua kolom jumlah selain kolom Akun Lain diposting ke akun buku besar yang sesuai. Sekali lagi, dalam akun buku besar, referensi pos CR-8 dibuat untuk menunjukkan bahwa entri ini berasal dari halaman 8 jurnal penerimaan kas. Jumlah di kolom Rekening Lain harus dikirim secara akurat. Meskipun jumlah ini sering diposting di akhir bulan, namun dapat lebih sering diposting. Saat diposting, nomor rekening ditempatkan di kolom referensi posting. Sebuah cek ditempatkan di bawah total kolom ini, karena total ini adalah net diposting. Postingan diperlihatkan dalam contoh di atas untuk akun buku besar kas, Piutang Usaha, dan Efek Berharga, dan dua akun piutang dagang buku besar pembantu terpilih, Perry Alexander dan Thomas Inc. Baca juga Rasio Hutang Pengertian, Rumus, Contoh dan Fungsinya Kesimpulan Itulah pembahasan mengenai jurnal penerimaan kas, pembuatan jurnal dilakukan jika Anda menggunakan pembukuan manual. Hal ini tentu akan memakan waktu jika Anda harus melakukan penjurnalan secara manual, belum lagi risiko kesalahan pencatatan yang akan menyebabkan Anda mendapatkan data keuangan yang tidak faktual. Solusi terbaiknya adalah dengan mengunakan software akuntansi berbasis cloud seperti Accurate Online yang dapat membantu Anda dalam memudahkan proses pembukuan dan proses akuntansi pada bisnis Anda. Dengan menggunakan Accurate Online, nantinya Anda tidak perlu melakukan proses penjurnalan secara manual karena semua transaksi sudah tercatat secara otomatis di sistem cloud. Accurate Online juga memiliki fitur terbaik untuk mempermudah operasional bisnis Anda seperti manajemen aset dan inventori, payroll, multi user, multi cabang dan gudang, proses rekonsiliasi otomatis, pengelolaan dan pelaporan perpajakan langsung melalui aplikasi dan masih banyak lagi. jadi apa lagi yang Anda tunggu? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 0 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link Gambar Travellers CekKas adalah alat yang bisa digunakan untuk pembayaran, menukar barang, membayar hutang dan jasa yang sah, meliputi uang kertas/koin, logam dan aset dalam arti perusahaan juga bisa berupa surat berharga, rekening bank, cek dan bentuk mata uang lain yang bisa diubah menjadi uang tunai apa saja aset perusahaan yang bisa disebut sebagai kas? simak artikel ini sampai KasPengertian Kas Dalam AkuntansiPengertian Kas Menurut Para AhliKas dalam Akuntansi PerusahaanKas di bank Kas kecil petty cash Selisih kasSifat Dan Karakteristik KasKategori KasPengertian Kas Dalam AkuntansiStandar Akuntansi Keuangan PSAK kas dalam akuntansi adalah harta perusahaan yang berfungsi sebagai alat tukar dan dapat memberikan dasar bagi pemahaman akuntansi. Artinya kas adalah suatu harta yang paling siap untuk digunakan sebagai alat Akuntansi IndonesiaKas terdiri dari saldo kas cash on hand dan rekening giro demand deposit sedangkan setara kas atau cash equivalent adalah investasi perusahaan yang sangat likuid, berjangka waktu pendek dan dapat dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah yang ditentukan dan memiliki resiko perubahan nilai yang tidak merupakan suatu alat pertukaran yang dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. Sedangkan dalam neraca, kas merupakan aktiva yang paling lancar atau paling sering berubah karena kas dipengaruhi oleh hampir setiap transaksi dengan pihak eksternal.“Kas adalah aktiva yang tidak produktif, oleh karena itu harus dijaga agar jumlah kas yang ada tidak terlalu besar sehingga tidak terjadi kas atau uang diam idle cash.”Pengertian Kas Menurut Para AhliPengertian kas dalam ilmu ekonomiKas adalah uang yang dalam bentuk fisik mata uang, contohnya uang kertas dan koin. Dalam pembukuan dan keuangan, kas adalah aktiva lancar yang dapat digunakan secara langsung atau segera untuk pembayaran transaksi. Kas dipandang baik sebagai cadangan untuk pembayaran. WikipediaPengertian kas adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, sebagai setoran ke bank dengan jumlah sesuai nominal serta simpanan yang dapat diambil dalam Akuntansi PerusahaanFungsi kas adalah untuk menampung transaksi yang menyangkut kas dalam perusahaan pengeluaran atau penerimaan, diselenggarakan akun/rekening seperti berikutKas di bank Kas dalam rekening bank digunakan untuk menampung transaksi penerimaan dan pengeluaran kas melalui kasir di dalam perusahaan setoran tunai ke bank. Baca juga tentang rekening kecil petty cash Kas kecil adalah sejumlah dana yang secara khusus dibuat untuk pengerluatan yang bersiafat rutin dan relatif kecil jumlahnya. Kas kecil dalam akuntansi dengan jumlah terbatas itu secara berkala periodic diisi kembali jika saldonya akan kasSelisih kas adalah digunakan untuk menampung perbedaan jumlah fisik kas dengan jumlah kas menurut catatan pembukuannya. Dalam hal ini hanya bersifat sementara saja atau sebelum penyebab selisihnya juga siklus Dan Karakteristik KasGambar CheckBerdasarkan uraian diatas maka diketahui bahwa kas meliputi uang tunai kertas/koin baik yang ada di tangan perusahaan cash in hand atau yang ada di bank bank, cek, demand reposit money order dan lainnya. Kas mempunyai kriteria sebagai berikutKas aktif tapi tidak produktifKas aktif tapi tidak produktif untuk mendapatkan rentabilitas, kas tidak boleh diam/menganggur. Agar mempunyai manfaat atau memperoleh pendapatan, maka kas harus diubah terlebih dahulu bentuknya menjadi suatu persediaan atau piutang dsb.**tetapi tidak juga diperkenankan merubah saldo kas seutuhnya karena perusahaan akan sulit beroperasi karena kekurangan kas yang mempunyai identitas kepemilikanTidak mempunyai identitas kepemilikan, sehingga kas mudah dipindahtangankan. Kondisi ini mengharuskan manajemen yakin bahwaSetiap pengeluaran kas harus sesuai dengan uang yang seharusnya diterima, harus benar-benar ada penyalahgunaan terhadap uang milik suatu alat pembayaran bisa dikategorikan sebagai kas, maka ada kriteria yang harus dipenuhi diantaranya sebagai berikutDiakui oleh umum dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat tukar dalam berbagai masyarakat sebagai alatpembayaran sebesar nilai KasJadi yang dapat dikategorikan sebagai kas adalahUang tunai, baik berupa uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia atau oleh pemerintah negara lain mata uang asing.Uang tunai yang disimpan di lembaga keuangan bank dalam bentuk rekening giro demand deposit ataupun rekening tabungan saving deposit.Instrument lain seperti money order, personal check, cashier’s check dan bank pembahasan 5 Pengertian Kas Dalam Akuntansi “Sifat dan Karakteristik”.Semoga bermanfaat dan silahkan bagikan artikel ini 🙂Kunjungi artikel kas lainnyaContoh Jurnal Penerimaan Kas Perusahaan DagangLaporan Arus KasManajemen Kas Pengertian, Tujuan dan Contohnya Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Prosedur Penerimaan Kas Fungsi dan Tahapannya Prosedur Penerimaan Kas Fungsi dan Tahapannya Dalam dunia sistem akuntansi, terdapat suatu istilah yang dikenal dengan cash receipt atau prosedur penerimaan kas dalam bentuk transaksi penerimaan uang dalam bentuk tunai. Kehadiran penerimaan kas ini nantinya akan membuat aset perusahaan dalam bentuk kas bisa bertambah. Transaksi penerimaan kas ini bisa berasal dari penerimaan pembayaran piutang, penjualan yang dilakukan secara tunai, penerimaan sewa, penjualan aset, dan lain sebagainya. Transaksi penerimaan kas adalah salah satu informasi akuntansi yang sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan dan berbagai pihak yang berkaitan lainnya. Salah satu keperluannya adalah untuk mengambil keputusan bisnis dan berbagai kebijakan penting lainnya. Untuk itu, diperlukan sistem dan prosedur yang sesuai dalam melakukan penerimaan dan pengeluaran kas, sesuai dengan peraturan yang telah dibuat perusahaan. Sistem informasi akuntansi juga menjadi salah satu jenis sistem yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menangani beragam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan dalam menghasilkan berbagai informasi akuntansi yang dibutuhkan oleh manajemen perusahaan dan berbagai pihak yang berkaitan lainnya untuk mengambil keputusan yang tepat dan membuat kebijakan lain. Lantas, apa itu penerimaan kas? Apa saja fungsi penting di dalamnya? Bagaimana prosedur penerimaan kas yang baik? Dapatkan jawabannya hanya dengan membaca artikel di bawah ini. Apa itu Penerimaan Kas? Beberapa ahli, seperti Ardiyos, Sudarmo dan Mulyadi, menjelaskan bahwa penerimaan kas adalah kas yang diterima oleh pihak perusahaan dan bersifat bisa segera digunakan kembali. Penerimaan kas ini bisa dalam bentuk uang tunai, berbagai surat berharga dari kegiatan transaksi perusahaan, penjualan yang dilakukan secara tunai, pelunasan piutang, atau berbagai transaksi lainnya yang mampu menambah kas perusahaan. Tapi, secara umum, penerimaan kas perusahaan hanya berasal dari dua sumber utama, yaitu penerimaan kas dari penjualan yang dilakukan secara tunai, dan juga penerimaan kas dari kegiatan penjualan kredit. Seperti yang sudah dirangkum dari laman Wikipedia, penerimaan kas atau cash receipt adalah seluruh bagian atau item yang diperoleh oleh perusahaan dari aliran kas masuk selama periode keuangan tertentu. Komponen yang paling umum di dalam penerimaan kas adalah pengumpulan piutang, penjualan yang dilakukan secara tunai, dan juga penerimaan kas lainnya. Baca juga Apa itu Jurnal Penjualan Aset? Ini Pengertian dan Cara Membuatnya! Formulir yang Bisa Digunakan dalam Penerimaan Kas Setidaknya terdapat delapan formulir yang bisa digunakan dalam penerimaan kas, kedelapan formulir tersebut adalah sebagai berikut Formulir yang digunakan untuk menerima kas dari penjualan yang dilakukan secara tunai Faktur penjualan tunai yang digunakan untuk merekam beragam informasi penting dan dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan terkait penjualan tunai. Pita register kas, dokumen ini adalah bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oleh bagian kas dan juga sebagai dokumen pendukung faktur penjualan tunai serta akan dicatat ke dalam jurnal penjualan perusahaan. Credit card sales slip, formulir ini dicetak oleh credit card center bank yang mengeluarkan kartu kredit, lalu akan diserahkan pada perusahaan yang menjadi pemilik atau anggota kartu kredit dari bank tersebut. Bill of lading, dokumen ini menjadi bukti penyerahan dari perusahaan yang menjual barang pada perusahaan kurir. Faktur penjualan COD, yang mana faktur ini digunakan untuk merekam penjualan yang dilakukan secara COD. Bukti setor kas, dokumen yang dibuat oleh bagian kas sebagai bukti resmi dan sah atas penyetoran kas ke bank. Rekap harga pokok penjualan, yang mana dokumen ini digunakan oleh akuntan perusahaan agar bisa merangkum harga pokok produksi yang telah dijual selama satu periode penuh. Baca juga Mengenal Jurnal Pembagian Dividen dan Cara Mencatatnya Fungsi Akuntansi Penerimaan Kas Akuntansi penerimaan kas memiliki lima fungsi utama. Nah, kelima fungsi utama tersebut adalah sebagai fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi gudang, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi. Berikut ini adalah penjelasannya. 1. Fungsi Penjualan Divisi penjualan akan bertanggung jawab dalam menerima order dari kegiatan pembelian, mengisi faktur penjualan yang dilakukan secara tunai, dan menyerahkan faktur tersebut pada pembeli untuk kebutuhan pembayaran harga pada bagian kas. 2. Fungsi Kas Dalam kegiatan transaksi penjualan tunai, bagian ini akan bertanggung jawab sebagai penerimaan kas dari pihak pembeli. 3. Fungsi Gudang Bagian gudang akan bertanggung jawab dalam menyimpan barang yang dipesan oleh pihak pembeli dan menyerahkan barang tersebut pada bagian pengiriman. 4. Fungsi Pengiriman Bagian ini akan bertanggung jawab dalam membungkus barang dan juga menyerahkan barang yang harganya telah dibayar oleh pihak pembeli. 5. Fungsi Akuntansi Bagian ini akan melakukan tanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas, serta akan membuat laporan penjualan secara tepat. Baca juga Apa itu Sistem Dana Tetap? Bagaimana Cara Kerjanya? Prosedur Penerimaan Kas Secara umum, prosedur penerimaan kas berkaitan dengan konsep dasar akuntansi. Di dalamnya akan ditandai dengan penerimaan pembayaran harga barang dari pihak pembeli dan pemberian tanda pembayaran ataupun faktur penjualan yang dilakukan secara tunai pada pihak pembeli. Selanjutnya, pihak pembeli akan melakukan pengambilan barang yang telah dibelinya dari fungsi pengiriman barang. Biasanya, prosedur penerimaan kas bisa dilakukan lewat beberapa tahapan, dari mulai menerima kas secara langsung dari pelanggan, membuat voucher penerimaan kas, menyetorkan kas pada bank, mencatat, buku kas dan bank atau laporan mutasi kas dan bank, serta membuat stok opname kas secara harian. Berikut ini adalah penjelasannya 1. Penerimaan Kas dari Langganan Prosedur penerimaan kas akan dimulai ketiak pelanggan melakukan penyetoran dana atau kas ke kasir, lalu pihak kasir akan mengeluarkan faktur atau invoice asli dan invoice lembar ketiga agar bisa disesuaikan dengan penerimaan kas. Jika sudah sesuai, maka invoice asli dan juga invoice lembar ketiga tersebut akan diberikan stempel lunas dan akan ditandatangani oleh bagian kasir. Invoice yang asli dan dokumen lain selanjutnya akan diserahkan pada pelanggan, sedangkan invoice lembar ketiga akan didokumentasikan bersamaan dengan voucher penerimaan kas. 2. Pembuatan Voucher Penerimaan Kas Prosedur penerimaan kas yang selanjutnya adalah membuat voucher penerimaan kas. Voucher ini digunakan sebagai bukti penerimaan kas yang nantinya akan dilampirkan sebagai invoice. Lalu, nantinya akan diarsipkan sesuai dengan nomor urut voucher penerimaan kas. Selain itu, voucher penerimaan kas juga akan menyajikan berbagai informasi, seperti tanggal, jenis voucher penerimaan kas, nomor invoice, nama pelanggan, tanda tangan dari petugas kasir, jumlah dana kas yang diterima, serta tanda tangan dari pihak yang telah memeriksa dan menyetujuinya. 3. Penyetoran Kas ke Bank Sebagian besar perusahaan akan menyetorkan uang atau menyimpan uangnya di bank setelah mendapatkan uang kas. Penyetoran uang kas ke bank ini dilakukan dengan membuat slip setoran bank serta uang kas yang akan disimpan pada bank. 4. Pencatatan Buku Kas dan Laporan Mutasi Kas Di dalam prosedur penerimaan kas ini, terdapat tiga tahapan pembuatan laporan, yakni laporan ketikan kas diterima, laporan ketika menyetorkan uang kas pada bank, lalu penandatanganan persetujuan pada buku kas dan juga bank oleh pihak kasir. Laporan ketika penerimaan kas ini dilakukan dengan berdasarkan voucher penerimaan kas. Sedangkan laporan ketika menyetorkan uang kas ke bank dibuat dalam dua bentuk, yakni saldo kas berkurang dan juga saldo kas bertambah. 5. Stok Opname Kas Harian Prosedur penerimaan kas akan diakhiri dengan melakukan stock opname agar bisa menyesuaikan saldo fisik kas dengan saldo yang tertera pada laporan buku kas. Stock opname kas harian ini dilakukan sebagai bahan rujukan bila terjadi perbedaan antara saldo buku kas dengan saldo fisik. Kegiatan stock opname kas ini juga bisa dilakukan dalam waktu tertentu oleh pihak perusahaan untuk proses pemeriksaan saldo kas. Baca juga Mengenal Persentase Keuntungan dan Kerugian Serta Cara Menghitungnya Penutup Demikianlah penjelasan dari kami tentang prosedur penerimaan kas. Jadi, prosedur penerimaan kas ini harus bisa dikontrol dengan baik dan benar agar kegiatan akuntansi perusahaan bisa lancar. Nah, untuk mempermudah Anda dalam membuat sistem penerimaan kas perusahaan, akan sangat lebihbaik bila Anda menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Kenapa? Karena Accurate Online mampu menyajikan laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan neraca, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya secara akurat. Berbagai laporan tersebut bisa Anda dapatkan secara cepat, mudah dan aman, kapanpun dan dimanapun Anda butuhkan. Lebih dari itu, fitur tersebut juga telah terintegrasi dengan berbagai fitur bisnis lainnya. Sehingga akan sangat memudahkan Anda dalam melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang digudang, menyelesaikan urusan pajak, dan masih banyak lagi. Lebih menariknya lagi, seluruh keunggulan dan fitur tersebut bisa Anda nikmati dengan mengeluarkan biaya investasi yang sangat terjangkau, yakni sekitar 200 ribuan per bulan. Jadi, Accurate Online jelas lebihbaik untuk membantu Anda dalam mengelola dan mengembangkan bisnis. Tenang, Anda juga bisa mencobanya selama 30 hari gratis dengan mendaftarkan bisnis Anda melalui tautan gambar di bawah ini. Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 0 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link

jelaskan menu yang digunakan dalam transaksi penerimaan kas